Jasalogounik.com — Setiap pengusaha tentu ingin mendapatkan teamwork yang bisa bekerja efektif dan saling support antara team yang satu dengan lainnya. Teamwork dalam berbisnis sangatlah penting, karena tanpa ada teamwork yang solid, kemungkinan bisnis tersebut akan pincang dan bahkan bisa-bisa bisnis tersebut kolaps di tengah jalan. Artikel cara membangun teamwork yang baik tentu sangat banyak anda temui di internet. Semua memiliki cara pandang tersendiri dan pada kesempatan ini kami berusaha untuk melengkapinya.

Tim kerja atau teamwork merupakan aset terpenting bagi suatu bisnis. Oleh karena itu, agar roda bisnis dapat berputar dengan mulus tanpa rintangan, persoalan ini tentu harus mendapatkan perhatian yang lebih.

Ketika membangun tim kerja, target jangka pendeknya adalah membangun ikatan yang erat dan alur kerja yang baik, sehingga terbentuk tim yang solid. Orang-orang yang berada dalam lingkaran teamwork seharusnya benar-benar orang-orang yang punya komitmen dari awal.

Penting untuk diingat, bahwa membangun teamwork yang baik seharusnya tidak hanya dilakukan di awal. Teamwork laksana roda bagi sebuah kendaraan, ketika ikatan mereka solid, maka kendaraan dapat berjalan dengan mulus atau setidaknya dapat terus maju walau bagaimanapun tantangan yang akan ditemui.

Berikut ini adalah beberapa sarana atau cara untuk membangun teamwork yang baik dan solid yang dapat diterapkan pada awal bisnis.

Saling berbenah diri sedari awal

Poin pertama ini adalah langkah awal yang baik agar iklim dalam bisnis tertata dengan baik. Budaya dalam kerja harus dibangun sebaik mungkin, bukan hanya bekaitan dengan interaksi eksternal, namun juga internal. Bila perlu, setiap pola dan tingkah laku yang harus dilakukan oleh teamwork dicatat dengan baik sehingg akan membangun kesadaran di dalam tubuh tim. (Baca: Brand anda ingin mudah terkenal? Tentukan dulu apa pola utama brand anda).

Pada sebagian perusahaan, ada yang menerapkan aturan tentang adab dan akhlak ketika berinteraksi secara internal. Baik terhadap sesama staf atau terhadap karyawan.

Hal ini sangat baik dan patut diapresiasi, karena hal ini dapat mendukung terbetnuknya iklim yang baik dalam pergaulan di dalam perusahaan.

Sebagai contoh, ketika team berkomunikasi baik itu berhubungan dengan tugas atau bercakap-cakap, maka wajib menggunakan kata-kata yang sopan, santun dan tidak boleh mengeluarkan nada tinggi, meskipun dalam keadaan emosi.

Hal ini, dalam keadaan yang pelik dapat membantu iklim perusahaan terus solid, saling menghargai dan tidak mudah menyinggung team yang lain. Jika ini sudah terbangun, maka setiap orang pun akan merasa nyaman untuk bekerja, bahkan akan tetap betah berada di kantor atau di lingkungan bisnis.

Berbenah diri harus dimulai oleh siapapun, cara ini terbilang efisien untuk membangun teamwork yang baik dan solid. Walaupun terkesan remeh, namun cara ini harus dengan upaya yang lebih untuk melatih kesabaran. Mulailah dari diri sendiri, sebelum orang lain.

Percayalah, teamwork mampu menghadapi tantangan dalam bisnis, meskipun itu terasa berat bagi mereka. Namun, ketika interaksinya terjalin dengan baik dan menyenangkan, tentu saja setiap tantangan yang sulit itu terasa ringan ketika dihadapi bersama.

Kepercayaan temwork juga patut untuk terus ditingkatkan. Ketika ada rasa kurang saling percaya, maka harus segera dideteksi dan dicari solusinya. Diantara hal yang membuat kepercaayaan teamwork berkurang contohnya adalah suka malas-malasan atau selalu ngaret ketika ada rapat. Budaya ini akan membuat disiplin menjadi langka dan sulit untuk membuat tim kerja menjadi lebih solid.

Selalu menyapa, ramah dan memperlihatkan spirit

Cara meningkatkan teamwork yang baik berikutnya adalah dengan saling menyapa, menyebarkan salam dan memperlihatkan spirit atau semangat. Taukah anda, bahwa seberat apapun seseorang pergi ke kantor, namun ketika ia melihat teman-temannya selalu semangat, maka hal ini akan memberikan inspirasi bagi yang lain.

Coba anda bayangkan, bagaimana jadinya jika didalam tim kerja ada seseorang yang selalu tampak murung, tidak pernah tegur sapa dan selalu terlihat loyo. Keadaan tersebut, bukan tidak mungkin akan menular kepada yang lain. Kami pun pernah mengalami hal ini.

Ketika didalam teamwork itu ada yang malas, namun ketika melihat yang lain bekerja secara cekatan dan semangat, maka akan memompa semangat yang lain. Tim yang sebelumnya “galau”, ketika melihat orang lain semangat, maka dia pun akan menjadi semangat dan optimis. Padahal, boleh jadi, pada saat itu bisnis sedang menghadapi tantangan yang berat. Namun, akhirnya tantangan itu terasa ringan dan bukan malah semakin lambat pertumbuhannya dengan bermalas-malasan.

Serumit apapun keadaan saat ini, cobalah untuk terus saling memberi semangat dan tegur sapa yang baik. Karena, semua itu dapat memberikan dampak positif yang tidak dapat dihitung oleh angka-angka ataupun materi.

Jangan pernah menunjukan ekspresi yang tegang dan penuh kekhawatiran yang terlalu berlebihan, karena hal ini tidak baik. Justeru, akan sangat mungkin membuat yang lain ikut panik. Sebagai pimpinan perusahaan, usahakan selalu menyapa siapa saja yang ada dalam teamwork tersebut. Usahakanlah untuk tidak pernah memandang tingkatan.

Pemimpin yang baik adalah seseorang yang seakan memberikan perhatian yang lebih terhadap tim. Hingga, seakan-akan tim menyangka kalau pimpinan hanya memperdulikan pekerjaan dan tanggung jawab yang dibebankan kepada tim tersebut.

Memiliki inisiatif yang tinggi dan bertanggung jawab

Inisiatif adalah perilaku yang patut untuk dilestarikan di dalam tubuh perusahaan. Memang, setiap staff maupun karyawan punya tanggung jawab sendiri-sendiri. Namun, ada kalanya mereka tidak hanya “lempar bola” ketika mendapatkan tantangan baru.

Teladan yang baik, seharusnya datang dari yang lebih senior, dengan mengesampingkan ego yang tinggi serta cekatan dalam memikul tanggung jawab. Jika demikian, maka akan muncullah rasa segan dari bawahan dan akan menjadi budaya yang baik di dalam perusahaan.

Hal ini pun, akan memberikan motivasi kepada yang lain untuk lebih rajin dan saling membantu diantara tim. Dengan demikian, ikatan yang erat dan solid di dalam tim pun dapat terjalin secara auto-solid.

Saya masih ingat dengan nasihat orang tua saya tentang inisiatif. Ketika ada pekerjaan rumah yang terbengkalai, maka orang tua saya akan menyindir dengan kata-kata, “Orang itu harus punya inisiatif yang tinggi…”

Artinya, dalam lingkungan rumah, ada pekerjaan tertentu yang kita pikir itu bukan pekerjaan kita. Padahal, jika kita mau maka kita pun dapat melakukan pekerjaan itu. Toh, pada dasarnya pekerjaan tersebut dapat kita kerjakan dan tidak membebani diri kita. Apalagi jika memang kita pada saat itu tidak punya kegiatan, maka alangkah baiknya jika kita memberikan bantuan.

Tidak ada salahnya, jika selalu berinisiatif untuk memberikan solusi untuk tim yang lain. Boleh jadi kita bisa memulai percakapan dengan bertanya kepada rekan, “Apakah ada problem atau kendala.”

Jika kita tidak bisa membantu, setidaknya bisa menunjukkan rasa empati yang bisa memompa semangat mereka karena merasa mendapatkan support dari tim yang lain. (Baca: Membangun suasana nyaman bagi karyawan agar mereka tetap semangat bekerja).

Memiliki kemauan belajar tanpa henti

Pada era milenial saat ini, tantangan bisnis sangat beragam dan terus dinamis. Lantas, bagaimana cara menghadapi badai demi badai yang siap menerjang bisnis tanpa henti?

Cara yang paling efektif adalah dengan terus memiliki kemauan belajar dan terus berupaya sebaik mungkin untuk mengembangkan diri.

Update informasi itu memang penting, namun jangan sampai pada waktu-waktu luang hanya kita habiskan untuk membaca sesuatu yang tidak terlalu penting. Alangkah baiknya, jika waktu-waktu tersebut digunakan untuk mempelajari hal-hal baru, skill atau untuk mengasah keterampilan.

Semua orang pasti tau, setiap orang yang tidak memiliki keterampilan bagaikan prajurit yang tidak memiliki senjata.

Oleh karena itu, keterampilan yang baik pada bidang tertentu harus terus diasah dan dipelihara.

Tidak hanya sampai disitu saja, namun alangkah baiknya jika seseorang terbuka untuk mempelajari hal-hal yang baru yang berkaitan dengan bidang kerja atau keterampilan sebelumnya. Jika demikian, seseorang itu diibaratkan memiliki banyak “senjata” untuk bisa melakukan survival, bertahan hidup atau bertarung menghadapi setiap tantangan.

Alangkah baiknya, jika perusahaan juga memberikan sarana yang mudah kepada jalan tersebut. Sehingga, sangat baik sekali jika perusahaan juga membuka kesempatan training, baik dilakukan dalam lingkungan perusahaan atau dengan mengutus delegasi ke tempat pelatihan.

Bekerja tak hanya bekerja, namun sudah sepatutnya untuk terus menambah ilmu pengetahuan. Setidaknya ada perkembangan di dalam diri setiap teamwork walaupun hanya persoalan yang kecil. Belajar pun dapat dilakukan dimana saja tanpa harus duduk di kursi, namun bisa dengan berbagi cerita dan pengalaman melalui tim yang lain.

Hal ini, tidak hanya dapat mengembangkan wawasan, namun juga membangun komunikasi yang baik, kepercayaan dan rasa segan terhadap tim yang lebih senior.

Perhatikan Etika dalam bekerjasama

Setiap perusahaan, tentu memiliki kultur atau budaya kesopanan yang sudah disepakati bersama. Dalam keadaan suka atau tidak suka, setiap staff maupun karyawan harus komitmen untuk mengedepankan tata krama. Jangan sampai ada yang keluar dari jalur kesopanan yang sudah disepakati dan jangan pula menyinggung perasaan staff atau karyawan yang lain meskipun memiliki level yang lebih rendah.

Hal ini merupakan adab dan etika, ketika ia dijunjung tinggi, maka akan menjadi kekuatan yang hebat untuk mendorong perusahaan terus maju.

Oleh karena itu, ini adalah bagian daripada cara membangun teamwork yang baik dalam perusahaan. Ketika di dalam lingkungan perusahaan komunikasi antar tim baik, maka ketika diluar lingkungan perusahaan pun akan baik. Dan demikian pula sebaliknya.

Ketika setiap orang menjaga etika dan adab yang baik, maka tidak hanya secara internal, namun juga secara eksternal perusahaan akan disegani oleh siapapun.

Selalu siap dalam keadaan apapun

Bisnis itu sangat berkaitan dengan keadaan yang tak terduga, dimana pun dan kapan pun.. Ketika sudah merencanakan agenda atau strategi dalam bisnis, jangan lupa untuk menyediakan plan B. Sehingga, ketika plan A gagal, maka masih ada strategi yang lain untuk tetap meningkat secara progresif.

Ketika perusahaan sudah punya tekat untuk maju dan penjadi pioner dalam bisnis, maka ia harus siap menghadapi berbagai situasi yang mungkin datang secara tidak diduga-duga. Sebagai contohnya adalah ketika terjadi wabah Corona (Covid-19) pada tahun 2020.

Pada masa pandemi ini, banyak sekali perusahaan yang harus menghadapi badai yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Setiap perusahaan, memiliki cara mereka sendiri untuk menghadapi situasi seperti ini. Dan, pada akhirnya, hanya perusahaan-perusahaan yang punya “kekuatan” yang tetap bisa bertahan.

Meski demikian, banyak pula usaha-usaha kecil yang justeru tetap tangguh menghadapi situasi tersebut. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika tim berusaha belajar dengan mereka, walaupun mereka adalah UKM atau UMKM. Namun, ketegaran mereka dan kecerdasan mereka dalam menghadapi setiap fuktuasi ekonomi patut untuk diapresiasi.

Pasalnya, mereka bukan hanya memikirkan bagaimana diri mereka untuk bisa bertahan hidup, namun kelangsungan UMKM adalah nafas bagi bisnis-bisnis yang lain.

Percayakan team lain

Saat anda telah dipercaya untuk memikul suatu tanggung jawab baik kecil maupun besar, itu artinya anda telah memiliki kapasitas. Oleh karena itu, gunakanlah setiap kesempatan tersebut untuk mengasah skill anda lebih baik lagi. Disamping itu, tunjukkanlah bahwa anda bersama tim dapat bekerja dengan baik dalam lini perusahaan.

Tanpa bersikap angkuh, alangkah baiknya untuk membuka diri kepada yang lain untuk melakukan kolaborasi yang baik. Tujuannya adalah ada ikatan kerjasama yang kuat dan saling melengkapi antara tim di dalam perusahaan.

Disamping itu, ketika terjadi komunikasi yang baik dan secara berkesinambungan, maka langkah-langkah pun semakin sinergi dan tidak tumpang tindih.

Melakukan kolaborasi dengan tim yang lain memiliki dua keuntungan; pertama, beban anda terasa lebih ringan dan jadi lebih bersemangat. Kedua, jangkuan akan semakin lebih luas dan efektif.

Oleh karena itu, trik kolaborasi saat ini banyak digunakan di berbagai bidang seperti freelance, endorsement, influencer, digital marketing, copywriter, blogger dan lain sebagainya.

Tidak segan menyampaikan sesuatu yang baru yang bersifat membangun

Di dalam bisnis terdapat begitu banyak dinamika yang terus berubah. Baik bisnis kecil maupun besar, tidak ada yang bisa menjamin jalan akan selalu mulus. Oleh karena itu, patut ada tim tertentu yang mengawasi mutu dan alur pelayanan yang ditawarkan oleh perusahaan.

Bertindaklah seperti konsumen, lalu mulailah mengikuti alur kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan. Kemudian, bandingkanlah dengan kompetitor yang ada.

Dari situ, maka kita akan menemukan kelebihan dan kekurangan yang ada dalam pelayanan perusahaan, bahkan kita dapat mengukur sejauhmana kekuatan tim dan perusahaan ini dibandingkan dengan kompetitornya.

Dalam dinamika bisnis yang seperti ini, tidak ada salahnya untuk membuka diri dan mampu memberikan sesuatu yang baru untuk mutu yang lebih baik.

Jangan ragu, ketika dalam pikiran ada sesuatu yang baru dan bisa menunjang bisnis yang sedang dijalani, sampaikanlah. Ide, opini ataupun kritik sangatlah membantu untuk menjaga kredibilitas dari bisnis yang dijalani. Bertukar pikiran untuk menanjamkan visi dan misi sangatlah ideal untuk kemajuan dari bisnis yang dijalani.

Siap menerima kritikan

Ketika banyak ide dan saran yang bermunculan ketika briefing, maka disitu tidak heran akan muncul pula berbagai kritikan dan saran. Hal ini pun adalah wajar, asalkan setiap kritikan dan saran yang disampaikan itu dapat diutarakan dengan baik. Syukur bisa memberikan solusi yang tepat.

Pada sebagian orang, ada yang pandai menyampaikan kritikan, namun tidak mampu memberikan solusi yang tepat. Oleh karena itu, dengarkanlah kritikan dari mereka yang memang menginginkan kebaikan untuk perusahaan.

Kritikan dan saran itu bisa bertindak seperti bumerang. Jika dibiarkan dapat menyebabkan masalah yang besar di dalam perusahaan atau menyebabkan hilangnya pelanggan yang loyal. Harus ada tim khusus yang mampu mengelola setiap kritikan yang berdatangan dan mulailah mencari solusi dimulai dari yang paling krusial.

Tidak semua kritikan dan saran itu bisa dikerjakan atau harus segera diselesaikan, namun bukan berarti setiap kritikan yang paling krusial itu dapat diabaikan. Terlebih setiap hal yang menyangkut soal kenyamanan dan privasi.

Jadilah pendengar yang baik, karena hal itu adalah bagian dari kebijaksanaan. (Baca: Tips menjaga mood agar tetap semangat untuk bekerja).

Cara membangun teamwork yang baik itu tidaklah serumit dari apa yang kita bayangkan, selama kita mau bertindak mulai dari sekarang. Interaksi yang baik adalah kunci kesuksesan di dalam tim, sehingga bisa mendeteksi setiap persoalan yang muncul sejak dini sebelum mengembang menjadi lebih besar.

Fokus kepada tujuan adalah cara tepat untuk menggapai kesuksesan dalam waktu yang singkat. Namun ketika “roda” utama yang menjadi penggerak dalam bisnis belumlah kuat dan stabil, maka alih-alih cita-cita itu akan berubah menjadi kenyataan, justeru hanya akan menjadi mimpi yang tak kunjung selesai.

Jangan pernah berhenti untuk belajar dan be smart entrepreneur.

.

Related Post: