Jasalogounik.com – Taukah anda, sebuah brand sering kali berusaha untuk mengungkap pilar utama (Archetype) yang menjadi kultur mereka dengan barbagai cara. Misalnya dengan mendefinisikan siapa mereka dan apa yang mereka perjuangkan bagi perusahaan mereka dan bagi orang lain. Hal ini biasanya juga menjadi cara agar sebuah brand menjadi stand out dari kompetitornya. Disamping itu, dengan adanya kultur yang jelas pada sebuah brand, maka personality-nya pun akan jelas dan penyajiannya pun akan jelas. Nah, jika brand anda ingin mudah terkenal, anda harus meluangkan waktu untuk memperjelas Brand Culture bagi bisnis anda, sehingga punya arah yang jelas ke depannya.

Kualitas pilar utama atau pola dasar untuk brand anda akan menjadi yang paling penting dan sangat mendasar bagi perusahaan anda. Dalam membangun desain visual atau visual identity, seorang desainer akan punya pijakan yang jelas dalam menyesuaikan genre desainnya jika anda sudah punya Brand Culture yang jelas.

Lebih baiknya lagi adalah, anda bisa lebih selektif untuk menentukan desainer mana yang cocok dengan kriteria brand anda.

Adapun langkah awal untuk menentukan Brand Culture, yaitu dengan menjawab pertanyaan besar yang lebih spesifik terkait misi utama brand tersebut. Misalnya, “Siapa kami?” dan “Apa tujuan yang kami lakukan?”

Kemudian, ketika anda akhirnya benar-benar sudah menggali contoh pilar utama untuk brand anda dan menemukan model yang paling relevan, paling cocok atau paling disukai, maka selanjutnya adalah…

Anda dapat menggunakan apa saja yang dapat mendefinisikan brand anda.

Sehingga anda memiliki panduan yang jelas dan secara konsisten dapat dikerjakan. Hal itu pun harus sudah termasuk bagaimana membuat strategi pemasaran dan mind mapping untuk melakukan brainstorming produk dan untuk membantu pelanggan mengenal brand anda atau melakukan interaksi dengan baik. (Baca: Cara agar brand cepat terkenal dan diingat oleh konsumen).

Apa itu pola dasar Brand Culture agar brand anda mudah terkenal?

Dalam karya sastra, Archetype (pola dasar) adalah tokoh yang memiliki sekumpulan ciri atau sifat-sifat tertentu yang mudah dikenali oleh pembaca. Misalnya, Archetype untuk seorang pahlawan, sering kali memiliki ciri sebagai protagonis cerita. Mereka biasanya akan digambarkan sebagai orang yang gagah berani, mampu menghadapi tantangan apa pun yang mereka temui dan sanggup bertahan hingga akhir cerita, meskipun ada banyak rintangan membahayakan.

Nah, pada kesempatan ini kita akan berbicara tentang beberapa pola dasar (Archetype). Namun, sebelum itu kita akan melihat beberapa contoh Archetype berikut ini yang diantaranya mungkin sudah anda kenal:

  • Karakter penjahat kelas teri, yang suka bolos-bolosan.
  • Karakter yang suka menjelajah, sehingga lupa dengan pekerjaan rumah atau lali omah.
  • Karakter yang selalu siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang “menantang”, namun memiliki pribadi yang supel.

Perlu diingat, bahwa Archetype (pola dasar) mewakili sesuatu yang secara universal bersifat manusiawi, namun hal itu dapat pula digambarkan sebagai suatu pengalaman atau makna yang dapat dihubungkan kepada semua orang. Akan tetapi, pada setiap karakter tertentu mungkin tidak sama satu dengan yang lainnya, meskipun memiliki jenis Archetype serupa.

Katakanlah seorang pahlawan, tentu akan memiliki cerita yang berbeda, meskipun jalan ceritanya secara garis besar adalah sama atau mirip.

Demikianlah, karakteristik pola dasar untuk Brand Culture yang pada hari ini telah diadopsi oleh beberapa brand besar dan telah mereka perankan untuk membangun Brand Personality yang jelas.

Anda memang tidak diwajibkan harus mengadopsi salah satu dari jenis-jenis pola dasar atau Archetype yang kami sebutkan disini. Namun, bangunlah sendiri pola dasar yang sesuai dengan kriteria anda. Kalaupun harus DIY itupun tidak masalah, asalkan tidak melanggar norma-norma Syari’at Islam, khususnya bagi kita seorang muslim.

Berikut ini akan kami paparkan Archetype yang paling umum.

Jenis-jenis pola dasar untuk kultur sebuah brand agar mudah terkenal

Berikut ini adalah jenis-jenis Archetype yang pernah ada dan yang kami sebutkan disini hanyalah diantaranya. Pada dasarnya, semakin baik penyajian Archetype untuk brand anda, maka semakin elegan, profesional dan semakin baik brand anda akan dikenal nantinya.

Berikut ini kami paparkan jenis-jenis pola dasar yang bisa anda adopsi untuk brand anda. Jenis-jenis berikut ini tidak diurutkan berdasarkan yang paling baik atau paling direkomendasikan:

Caregiver: Karakter yang suka memberikan dukungan untuk kebaikan orang lain.

Creator: Visioner yang suka menciptakan sesuatu yang sangat penting.

Everyperson: Biasa-biasa saja dan mudah untuk berinteraksi dengan audiens-nya. Jenis seperti ini biasanya layaknya seseorang yang sering anda temui dalam kehidupan sehari-hari.

Explorer: Punya keinginan untuk terus melakukan eksplorasi, misalnya ke tempat-tempat yang jarang dikunjungi orang lain.

Hero: Karakter utama yang siap menghadapi tantangan.

Innocent: Murni dalam niat dan moralitas.

Jester: Kadang-kadang memberikan kebijaksanaan, tetapi biasanya hanya sebatas untuk komedi dan humor.

Sage: Memiliki banyak pengetahuan dan kebijaksanaan, sering bertindak sebagai mentor.

Apa hubungannya Archetype bagi suatu branding atau bisnis?

Semua orang, termasuk target konsumen anda, mereka umumnya adalah mudah dipelajari tingkah lakunya ketika mereka sudah jenuh. Oleh karena itu, dengan adanya sesuatu yang baru, dapat menjadikan informasi yang membosankan menjadi lebih mencerahkan, menyenangkan, lebih baik dan lebih berkesan.

Story dapat membangkitkan perasaan, yang lebih kuat untuk membuat keputusan. Daripada membuat.. katakanlah, angka dan fakta. Get it?

Jadi, ketika sebuah brand dapat menyuguhkan story yang menarik dari sisi emosional, maka audiens akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bangkit dan melakukan interaksi yang baik dengan brand anda (catat).

Ada banyak brand-brand besar di dunia ini yang memiliki peran yang bagus dari Archetype populer. Jika anda juga ingin melakukan adopsi yang baik terhadap jenis Archetype alahkah baiknya dibuat sebaik mungkin sehingga tidak terkesan plagiat.

Apa untungnya? Hal ini seakan-akan memberikan sinyal tertentu, sehingga orang-orang sulit menghindarinya. Pada akhirnya, mereka pun berinteraksi dengan brand tersebut, sehingga terjadilah simbiosis mutualisme (saling menguntungkan).

Mungkin ini yang membuat sebuah brand besar menjadi berumur panjang.

Audiens pun juga akan berfikir, “Oh, brand ini sangat profesional dan patut untuk mendapatkan apresiasi…” atau yang lain sebagainya. Yang pada intinya, brand tersebut memiliki banyak penggemar.

Sebuah ide untuk terus belajar, menggambarkan sesuatu yang dramatis atau moral yang baik yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Disitulah Archetype berperan.

Mereka membuat sesuatu yang bisa tergambar dalam akal pikiran, namun sulit digambarkan dengan kata-kata secara spesifik (karena memang yang mengetahuinya secara pasti adalah si empu-nya brand tersebut).

Archetype yang baik harusnya mudah difahami oleh semua orang, apakah itu dengan perasaan atau dengan nalar. Jadi, sebaiknya ketika mengadopsi Archetype untuk brand anda, jangan sampai nanti diterapkan dalam bentuk atau model yang ambigu, atau malah membuat mispersepsi yang akan membuat ricuh.

Meski demikian, Archetype yang diadopsi oleh sebuah brand, boleh jadi, ia tidak dituangkan dalam bahasa yang lugas ketika di perankan di hadapan publik. (Baca: Pengaruh sekejap mata sebuah desain logo yang harus anda ketahui).

Bagaimana mendefinisikan pola dasar (Archetype) untuk brand anda?

Ketika anda menentukan atau membuat sendiri Archetype untuk sebuah brand, anda dapat mulai dengan membuat tulisan, visual, mood board, eksperimen, hingga praktek dan memilih sasaran yang tepat seputar karakteristik pemandu tersebut.

Melakukan eksplorasi terhadap Archetype mungkin bisa dibilang terlalu rumit, terutama jika perusahaan anda memiliki karakteristik yang tumpang tindih.

Adapun sebelum memulai untuk memikirkan jenis Archetype untuk brand anda, disarankan untuk mengikuti kuisioner ringkas yang telah ada untuk membangun Brand Culture yang paling relevan.

Berikutnya, kita akan berbicara bagaimana penerapan pola dasar dalam sebuah bisnis.

Dampak positif desain logo profesional bagi Perusahaan dan pengaruhnya dalam branding. Apakah brand ingin mudah terkenal?
Dampak positif desain logo profesional bagi Perusahaan dan pengaruhnya dalam branding

Beberapa contoh Archetype dan karakteristik bisnis, ditambah beberapa contoh penerapannya untuk sebuah brand

Sudah merasa yakin brand anda ingin mudah terkenal? Pada bagian ini, kita akan menguraikan beberapa karakteristik khusus bisnis yang terkait dan cocok dengan setiap jenis Archetype yang ada (disini akan disebutkan diantaranya saja). Sambil membaca contoh-contoh pemaparan dari tim Jasalogounik.com berikut ini, tidak ada salahnya jika anda mencoba memikirkan tentang tema atau pola yang muncul berulang kali di perusahaan anda. Setelah itu, catatlah.

Caregiver: Perusahaan yang sangat dermawan. Mereka mengutamakan orang lain dan menawarkan cara untuk menjaga pelanggan. Contoh: Merek obat.

Creator: Perusahaan otentik dan imajinatif yang percaya pada proses kreatif. Mereka akan mengatur ulang apa yang dibutuhkan audiens untuk menemukan lebih banyak makna. Contoh: kerajinan tangan dan merek proyek DIY.

Everyperson: Pekerja keras dan jujur, perusahaan ini memiliki daya tarik bagi orang-orang secara umum. Contoh: Hypermart yang menjual barang-barang rumah.

Explorer: Organisasi aktif, mandiri dan anak muda yang suka mengembangkan diri. Perusahaan-perusahaan ini merasa ingin terus melakukan inovasi. Contoh: Perusahaan mobil yang merancang sesuatu dengan sangat canggih yang multi-fungsi atau misalnya kendaraan off-road.

Hero: Merek berani, fungsional, sangat responsif dan menginspirasi. Contoh: Merek perlengkapan olahraga dan atletik.

Innocent: Perusahaan-perusahaan ini menawarkan kegembiraan yang paling mendasar meskipun dianggap sangat sederhana. Yaitu dengan fokus pada rasanya yang enak atau apa saja yang dapat membantu untuk memulihkan inspirasi dan ide yang cemerlang. Contoh: Restoran cepat saji.

Jester: Merek yang menyenangkan dan spontantanitas dalam membantu pelanggan, memanfaatkan kesenangan masa lalu mereka sewaktu kecil. Contoh: Permen atau merk mainan.

Sage: Perusahaan yang ingin mencari tahu dengan melakukan eksperimen atau penelitian dan ingin berbagi pengetahuannya secara ilmiah. Mereka menghargai informasi yang valid dan kecerdasan. Contoh: Perguruan tinggi dan universitas.

Apa saja yang perlu menjadi pertimbangan sebelum membuat Archetype untuk brand anda?

Setelah anda memutuskan apa Archetype yang paling relevan, alangkah baiknya jika mempelajari terlebih dahulu sisi “bayangan” yang dianggap kurang sempurna. Harus diakui, bahwa jika anda menemukan kekurangan pada Archetype untuk brand anda, mungkin bukan berarti itu akan membuat anda menjadi sangat buruk.

Semua ini hanyalah alat untuk dijadikan sebagai pembelajaran. Sehingga kultur perusahaan anda lebih terarah dengan jelas, lebih profesional, lebih mudah terkenal atau dikenal publik karakteristiknya dan juga agar mudah untuk melakukan evaluasi.

Lebih dari itu, dengan adanya pola dasar yang jelas untuk brand anda, maka anda punya kesanggupan untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan brand anda.

Anda bisa mengukur diri dan bisa menentukan target audiens yang jelas untuk fokus kepadanya. Disamping itu, ada juga memiliki informasi yang lebih banyak dan punya daya untuk memperbaikinya.

Patut diketahui, bahwa ada saja yang menyangka, bahwa Archetype yang diterapkan kepada suatu brand dapat bersifat seperti boomerang.

Benarkah?

Mungkin juga iya, pengalaman tim Jasalogounik.com sendiri misalnya, katakanlah seorang desainer atau ahli SEO yang terlalu muluk-muluk menjajikan hasil yang luar biasa. Padahal mereka tau, yang nama karya desain atau proses SEO itu hasilnya bisa sangat relatif.

Sehingga, ketika yang ditawarkan sudah terlalu muluk-muluk, lantas menghadapi rintangan yang berat dan tidak mampu menghadapinya, maka klien biasanya akan merasa ditipu dan akan melakukan komplain. Hal ini bisa jadi berangkat dari rasa kecewa, asumsi yang salah, merasa di-PHP atas janji deadlines atau kualitas kerja yang terlalu dilebih-lebihkan.

Hal ini pun, mungkin pernah terjadi pada bidang pekerjaan yang lain. Misalnya operator, armada transportasi, online shop atau yang lainnya. Terutama yang mendapatkan iming-iming deadlines dan mutu yang sangat fantastis.

Pada intinya, dalam membangun Archetype untuk brand anda, jangan sampai disampaikan dalam “bahasa” yang terlalu hiperbolis. Sehingga, audiens menangkap pesan yang terlalu hebat dan itupun akan meningkatkan ekspektasi mereka yang terlalu tinggi. Atau… mungkin justeru tidak rasional.

Oleh karena itu, sebaiknya, disamping anda membangun pola dasar untuk suatu brand anda profesional, pada saat yang sama tetap lakukan edukasi kepada konsumen. Sehingga, tetap ada kesesuaian antara pesan yang disampaikan dan asumsi yang diterima.

Contoh lainnya: Katakanlah ada seorang desainer atau konten creator yang selalu ingin terlihat perfect di hadapan kliennya. Sehingga mereka pun sangat memperhatikan hal-hal kecil dan detail yang mungkin itu sebenarnya tidak perlu atau bahkan tidak ada manfaatnya. Sehingga, mereka pun hanyut dalam pekerjaannya, malahan kelewat deadlines yang telah disepakati. Sedangkan, klien pun masih menunggu-nunggu hasil pekerjaannya yang tidak kunjung selesai.

Saran yang perlu untuk dipertimbangkan dalam membangun pola dasar untuk Brand Culture

Archetype hanyalah alat untuk membantu brand anda mendapatkan jati dirinya yang sejati. Mengetahui secara dini dari mana sebab perusahaan anda gagal dan bagaimana kekurangan tersebut bisa muncul, maka antisipasi atau perbaikan dapat dilakukan lebih mudah.

Archetype atau pola dasar hanyalah salah satu dari sekian banyak cara untuk membantu bisnis anda untuk tumbuh dan berkembang secara konsisten dan profesional. Anda dapat memaksimalkan karakteristik positif lainnya yang anda tahu itu mungkin bekerja dengan baik, sambil tetap memperhatikan sisi negative yang mungkin bisa muncul.

Anda juga dapat membuat batasan, aturan dan praktik terbaik untuk memahami karakteristik negatif yang berpotensi keluar, sebelum brand anda menjadi tidak terkendali.

Jika brand anda ingin mudah terkenal, cara ini cukup efektif dilakukan.

Menentukan suatu Archetype memungkinkan anda untuk fokus dalam mendefinisikan brand anda dengan cara yang mantap. Pada gilirannya, Archetype akan mempengaruhi segala sesuatu yang terjadi dalam bisnis anda. Mungkin dapat berdampak pada sikap.

Pertimbangkan juga, bahwa anda mungkin merasa sangat yakin bahwa brand anda cocok dengan lebih dari satu jenis Archetype. Jika demikian, coba tentukan karakteristik setiap Archetype yang dimiliki perusahaan anda, lalu temukan cara agar mereka dapat bekerja selaras satu sama lain.

Misalnya, perusahaan Anda mungkin memiliki kumpulan inti produk dan layanan yang telah melayani pelanggan selama beberapa dekade. Mungkin juga memiliki cabang yang didedikasikan untuk melakukan inovasi yang baik.

Dengan menggabungkan jenis Archetype yang baik dan menentukan ciri-ciri yang cocok dengan brand anda, maka untuk membuat Archetype yang di-customization dapat dilakukan dengan mudah. (Baca: Mengapa desain logo perusahaan harus dibuat dengan tampilan yang unik dan menarik?)

Jika saat ini anda sudah terjun ke dunia Archetype, mungkin anda ingin berbagi cerita tentang pengalaman anda dan jenis Archetype yang anda adopsi untuk brand yang anda miliki.

Semoga artikel dari tim Jasalogounik.com tentang bagaimana menentukan Archetype untuk brand agar mudah terkenal dapat memberikan inspirasi bagi anda. Jika brand ingin mudah terkenal anda bisa mengadopsi cara ini. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa tinggalkan pesan di kolom komentar dan jangan lupa untuk membagikannya kepada yang lain. [OmBranding/Jasalogounik/Elegant]

Related Post: